Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan kembali mengecam rezim zionis Israel di tribun internasional. Kali ini Erdogan melontarkan kecamannya itu di hadapan Sidang Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) di Roma, Italia. Erdogan menegaskan, "Rezim zionis Israel harus menebus kesalahannya pada umat manusia atas serangan militernya ke Jalur Gaza". Pernyataan Erdogan itu merupakan penegasan ulang kecaman Turki atas sikap rezim zionis Israel terhadap bangsa Palestina. Pasca agresi militer rezim zionis Israel ke Jalur Gaza, musim dingin tahun lalu, Erdogan tak pernah menyia-nyiakan setiap moment yang ada untuk melontarkan kritikan tajamnya terhadap arogansi Israel. Tentu saja, sikap tegas PM Turki berhaluan Islam moderat itu mengundang beragam reaksi dan tanggapan. Sebagian analis mencoba menelisik hal itu lewat sisi politik. Mereke menilai, sikap Erdogan belakangan ini merupakan impelementasi upaya Ankara untuk bergerak pro-aktif di kancah regional dan mengubah Turki menjadi pemain penting di kawasan Timur Tengah.
Ibrahim Karagul, kolumnis Harain Yeni Safak terbitan Turki menilai sukses inisiatif politik Ankara tersebut dan meyakini bahwa selama ini rezim zionis Israel memang gencar menerapkan skenario rekayasa konflik di kawasan Timur Tengah. Namun demikian, Turki berupaya menggagalkan skenario itu dengan melancarkan kebijakan yang lebih matang lewat dialog dan memperluas hubungan kerjasama dengan negara-negara regional.
Dari sisi ekonomi, sejumlah analis juga menilai bahwa hubungan Ankara-Tel Avivi belakangan ini memang semakin dingin. Mereka beranggapan, tampaknya Turki lebih memilih untuk mencari keuntungan yang lebih besar dengan cara memperluas kerjasama ekonominya dengan negara-negara muslim.
Meski demikian, ada juga sebagian pemerhati politik yang meyakini bahwa sikap keras Pemerintahan Recep Tayyip Erdogan terhadap rezim zionis dilatarbelakangi oleh kedekatan ideologis antara basis politik Erdogan yaitu, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dengan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas). Kedua organisasi Islam itu dikenal banyak mengadopsi pemikiran Ikhwanul Muslimin dan pandangan politik Islam, Hasan Al-Banna.
Sebagian analis politik lain berpendapat, Ankara sengaja melontarkan serangan verbal yang keras terhadap rezim zionis Israel sebagai salah satu cara untuk menjawab tuntutan opini publik Turki dan masyarakat muslim regional terkait masalah Palestina. Terlebih lagi, langkah semacam itu bisa dimanfaatkan Turki untuk memainkan peran yang lebih dominan dan berpengaruh di kawasan Timur Tengah. (IRIB)
Saturday, 21 November 2009
Mengapa Turki Makin Keras dengan Zionis?
Israel Akui Penjara Rahasia bagi Bangsa Palestina

Rezim Zionis Israel mengakui keberadaan sebuah penjara rahasia bagi tahanan bangsa Palestina. Issa Qaraqi, Menteri urusan Tawanan dan Pengungsi Palestina mengatakan, "Menyusul tekanan PBB dan Lembaga HAM internasional serta kesaksian para tahanan Palestina yang dibebaskan dari penjara rezim Zionis, Tel Aviv akhirnya mengakui keberadaan sebuah penjara rahasia bernomor.1391." Rezim Zionis mengklaim, saat ini penjara rahasia tersebut telah ditutup.
Pusat Penelitian Tahanan di Palestina menyatakan, "Di dalam penjara rahasia ini, rezim Zionis menginterogasi dan menyiksa bangsa Palestina dengan cara-cara terburuk hingga menyebabkan sejumlah tahanan syahid." Sekitar 12.000 orang Palestina mendekam dalam tahanan rezim Zionis.
Sunday, 15 November 2009
Aku Hanya Segelintir Dari Seberapa

( Buat seseorang yang minta puisi, semoga sesuai permintaan dan di hayati maknanya )
Salam keburukan wahai hati yang kelam
Tapi bukan itu yang kuinginkan
Engkau pencipta kehampaan
Menggelantung dalam jiwa berkarat
Lama sudah aku tak berarti
Serasa mati, dan tergerogoti
Kucoba menggapai, berteriak
Mengais langit-langit oleh cakar tangan kelabu
Rintihanku tertahan, serak berkerak
Tangisanku pipih tak menguap
Retinaku seakan berbalik
Tuhan, aku tercekik
Langkahku tertahan lemah bergetar
Aku harus berdiri
Menjangkau semua asa yang ku kubur
Menjadi nyata kelak penghibur
Kini aku sadar,
Tuhan memberikan makan pada setiap burung
Tapi tidak menyimpannya didalam sarang
Memberikan jalan musafir yang mencari
Bukan yang duduk menunggu peta.
Allah..Engkau pemilik segala
Di dalam dan di luar kasat mata
Aku segelintir dari seberapa
Yang menunggu hikmah di balik bala
Tunjukkan Hamba jalan perantara
Saturday, 14 November 2009
Menggambar ala Fayez ( 2 – 3 thn )
Cara ini sebenarnya bukan metode kebanyakan yang di gunakan oleh seorang ibu. Tapi dengan cara ini, Alhamdulillah saya dapat membangkitkan imajinasi Fayez untuk menggambar segala sesuatu yang di lihat dan dirasakannya. Walaupun di usia dini, gambar anak hanya berupa arsiran, coret-coretan, yang mungkin kita sendiri sebagai orang tua tidak mengerti maksudnya, tapi semua itu memiliki makna bagi sang Anak.
Ketika pulang dari play group dengan usia 2,8 tahun Fayez menggambar dua orang di bukunya. Satu postur besar dan satu lagi berpostur kecil. Gambar berpostur kecil memiliki bulatan-bulatan kecil di depannya. Aku bertanya “ini gambar apa?”, Fayez menjawab : “ini gambar Ismail yang di marahi oleh Muallim (guru)”, kembali aku bertanya “bulat-bulatan ini apa?”, “oh..ini air mata ismail saat menangis setelah di marahi”, jawabnya. Keesokan harinya, aku bertanya sama guru kelas Fayez akan kejadian tersebut. Dan memang benar, teman Fayez yang bernama Ismail di marahin oleh guru tersebut karena selalu usil kepada temannya yang lain. Guru tersebut bertanya heran, darimana aku mengetahui hal ini. Aku menjawab, bahwa aku mengetahui dari gambar Fayez setelah pulang dari sekolah kemarin.
Untuk menjadikan anak Anda suka dengan menggambar sehingga mengembangkan kreatifitasnya, ada beberapa tips yang saya lakukan :
1. Siapkan kertas putih polos ( HVS ) : jangan menggunakan buku tulis atau buku yang terdapar arsirannya. Karena imajinasi anak tidak bebas untuk membentuk gambar yang di inginkannya, karena ia akan terpengaruh dengan garis-garis tersebut. Dengan kertas putih polos, justeru menjadikan ia dapat menggambar apapun yang diinginkannya tampa terganggu dengan garis-garis di buku.
2. Pensil atau pena : biasanya terdapat pensil yang buram apabila di pake menulis. Seperti 2b, atau pensil yang khusus untuk arsiran. Gunakan pensil yang ujungnya tebal untuk menulis seperti 4b, 5b. sehingga gambar anak jelas terlihat olehnya.
3. Biarkan anak dengan imajinasinya, jangan diprotes, disalahkan, dikritik, dan jangan sampai kita menyuruhnya menghapus apa yang telah di gambarnya. Justeru dengan gambar tersebut kita dapat melatih kecerdasan bahasanya dengan meminta Anak untuk menjelaskan apa yang telah di gambarkannya.
4. Daya Imajinasi : perbanyak referensi gambar anak melalui pengetahuan yang dia lihat maupun yang kita ajarkan kepadanya. Seperti : membacakan dongeng sebelum tidur, memperlihatkan buku berwarna tentang geografi bumi, kejadian-kejadian alam, binatang, ragam permainan, lingkungan dan yang lainnya.
5. Sesekali berceritalah tentang sesuatu yang dialami oleh anak pada hari itu, sambil menggambarkannya di atas kertas.
6. Satu point yang paling penting : JANGAN PERNAH MENGGANGGAP PERTANYAAN ANAK, ADALAH PERTANYAAN BODOH, Seperti : “kenapa ayam dua kakinya?”, “kenapa kuda makan rumput?”, kenapa ayah besar sekali dan aku kecil?”. Kesemua ini timbul dari keingin tahuannya yang besar. Yang membantu ia membayangkan, dan melengkapi dari setiap titik bentuk gambar yang di buat.
Fayez sendiri untuk mewarnai gambar, hanya saya berikan buku yang semuanya berada dalam 1 warna, dengan ruang yang tidak terlalu lebar untuk memberikan focus konsentrasi. Bukan gambar yang memiliki warna yang banyak dengan size yang besar. Walaupun Fayez sudah mengenal 12 macam warna. Semoga bermanfaat…
Monday, 9 November 2009
Muslim Swiss Berjuang Melawan Anti Islam
Tanggal 29 November nanti warga Swiss akan menggelar referendum mengenai boleh atau tidaknya pembangunan menara masjid. Partai Rakyat Swiss berhaluan kanan yang dikenal dengan pandangan anti-imigrannya, berupaya keras menjaring tanda tangan untuk menyelenggarakan referendum anti-Islam. Partai Rakyat Swiss beranggapan, menara merupakan simbol intoleransi Islam. Padahal menara merupakan bagian dari arsitektur masjid dan tidak ada perbedaan dengan bagian lain dari bangunan masjid. Dengan demikian, sepertinya motif utama referendum 29 November bukan untuk melarang pembangunan menara masjid, tapi pada dasarnya larangan untuk membagun tempat peribadatan muslim.
Menanggapi hal itu, Ketua Federasi Organisasi Islam Swiss, Hisham Maizar menandaskan, keputusan untuk melarang pembangunan menara masjid bukanlah akhir cerita, sebab isu tentang Islam baru dimulai di Swiss. Selama ini, kubu penggagas referendum anti-menara masjid, menilai Islam sebagai agama yang tak mengenal toleransi. Mereka hanya melihat sekelompok kecil dari minoritas muslim yang memiliki interpretasi yang keliru tentang Islam. Sayangnya, mereka lantas mengeneralisasi pandangan sekelompok kecil dari masyarakat muslim itu terhadap seluruh umat Islam.
Karena itu, masyarakat muslim Swiss berupaya memberikan pencerahan dan memperkenalkan wajah Islam yang sebenarnya untuk menghapus citra buruk yang selama ini dilontarkan oleh gerakan ekstrimis yang mengatasnamakan Islam. Para pakar sosial dan mubaligh muslim berkeyakinan, munculnya sentimen anti-Islam di kalangan masyarakat Swiss belakangan ini disebabkan oleh sikap ekstrim sebagian kecil dari komunitas muslim. Tentu saja, sikap semacam itu bisa mengancam keharmonisan sosial masyarakat Swiss.
Namun demikian, adanya diskriminasi dan penerapan pelbagai larangan dan pembatasan terhadap aktifitas keagamaan komunitas muslim merupakan faktor lain yang mendorong munculnya sentimen anti-Islam dan fenemone Islamfobia. Sejarah kontemporer Eropa belakangan ini menunjukkan, isu islamfobia kerap dijadikan alasan untuk menerapkan kebijakan ekstrim dan diskriminatif terhadap masyarakat muslim. Yang jelas, jika referendum larangan pembangunan menara masjid itu lolos, maka Swiss sebagai negara simbol kebebasan, tidak akan pantas dan berhak lagi mengklaim dirinya sebagai pejuang garis depan kebebasan hak asasi manusia (HAM) di Eropa. (irib)
Tuesday, 3 November 2009
Just For My Little Sister

I had a dream – of the wide open prairie
I had a dream – of the pale morning sky
I had a dream – that we flew on golden wings
And we were the same – just the same – you and I
Follow your heart – little child of the west wind
Follow the voice – that’s calling you home
Follow your dreams – but always, remember me
I am your sister – everywhere you are
We are like birds of a feather
We are two hearts joined together
We will be forever as one
My sister under the sun
Wherever you hear – the wind in the whisper
Wherever you see – the sun shining down
Wherever you go – I’ll be there beside you
Cos you are my sister – my sister under the sun
Lagi ngak bisa tidur, walaupun malam sudah merangkak dalam gulita. Menyelimuti gelapnya dengan hembusan dingin penyambut musim dingin. Terbersit sejenak masa indah saat kaki kecil kita bersama, terurai oleh nuansa irama ini. Upss, aku berhenti menekan tuts komputer di hadapanku, dan beralih mengirimkan syair ini untuk my best little sister. Iam Always Be There girl, so keep smile and don't worry with everything.
Monday, 2 November 2009
Sinopsis Unbelievers
hati yang paling dalam (seorang Atheis) terdapat sekeping hati untuk kata “Agama”. Tapi ia tidak menyadari ( Unconscious religiousness) dan tak di akuinya (repressed religiousness). Dan hal ini akan terbukti apabila sang Atheis berada dalam kejadian yang spontan menyentuh hati dan ketakutan. Stalin, sang Atheis komunis Rusia pergi bersama seluruh staff anggota politbironya kesebuah Negara bagian Rusia. Ketika melewati daerah pegunungan yang terkenal oleh jurangnya yang terjal, curam dan dalam, tiba-tiba pesawat tersebut mengalami kerusakan. Pilot pun mengumumkan keadaan darurat dan mengharapkan semua penumpang agar tidak panic dan mengenakan sabuk pengaman mereka. Tapi’ pengumuman ini menjadikan seisi pesawat panik. Dan tiba-tiba di tengah suara menderunya pesawat yang rusak, terdengar teriakan parau penuh ketakutan dari salah satu penumpang barisan depan. “Tuhan, Tolong aku!!!”, ternyata selidik punya selidik, teriakan tersebut keluar dari mulut stalin yang ketakutan.Di relung hati paling dalam manusia, terdapat dimensi spiritual yang tidak di sadari ( the unconscious spirituality ) dan juga di temukan rasa keagamaan yang tidak di sadari ( the unconscious religiousness) sebagai sarana untuk berhubungan dengan hal-hal yang transenden dalam kehidupan
Was taken from :
The will to Meaning
“Man’s Search For The Ultimate Meaning”
Kesinambungan psikologi kontemporer, Islami dan Agama
Tuesday, 27 October 2009
Jalan-Jalanku di Indonesia
Kenangan dan masa lalu adalah patokan utnuk menuju masa depan, jadi semua fotoku diabadikan sama mama agar kelak nanti aku bisa mengukur "apa diriku" dan tahu dengan siapa aku di masa laluku...
Foto bareng semua cucunya Tatoku dan ta nene'ku di tempat peristirahatan terakhir beliau ( "ini pertama kalinya kita kumpul semua ")
kata fayez "Lihat disini"......
Sunday, 25 October 2009
Static Condition Means Death

Static Condition Means Death. Sebenarnya kata ini hanyalah secuil nasehat yang disampaikan oleh ilmuwan besar Iqbal. Mungkin seakan, sekedar dan hanya kata biasa. Entah mengapa justeru kata ini menjadikan aku untuk selalu bergerak, dibandingkan seribu nasehat yang pernah kudengar, kubaca, dan petuah yang terkadang hanya sekedar kata tampa kongkret realitas yang ada.Hidup bagiku sendiri, hanyalah dimana aku di tuntut bisa untuk menjadi matahari bagi alam, rembulan di kala petang beranjak. Mungkin itu esensi panggilan setiap nurani. Walaupun aplikasinya berbeda-beda, yah..hanya titik kecil saja, dengan banyak banyak focus persamaan.
Seringkali seseorang mempunyai cita-cita yang tinggi, tapi hati mengatakan "mana mungkin", " itu tidak mungkin", atau "Imposible thing". Ketika engkau bergerak dan terus berusaha melakukan sesuatu kearah yang engkau inginkan, Allah mengetahui ketulusan usahamu. Terkadang menjadikan diri sebagai awan yang gamang dengan atmosphere, menjadikan diri angin yang arahnya tidak di kenal, menjadikan darat dengan lafadz yang terbata-bata mengeja nama alam, atau menjadi tanah yang suprario dalam menentukan humus yang pantas dalam tahap penyuburannya, menjadi..ini…, kemudian itu,..dan sekali lagi menjadi….
Tapi hidup bagaikan ultimatum dan focus untuk senantiasa bertahan. Tapi bukan karena hidup kita ada dan berada, tapi aku berusaha dalam diriku, dan kehendak TUHAN-ku. Bukan hidup yang menjadikan diriku seperti saat ini, tapi aku, diriku yang menghidupkan nuansa segala, apa dan bagaimana aku. Dengan tidak menjadikan diriku Duplikat orang lain, karena manusia imitasi, hanyalah bertahan sehari, sejam dan tidak se ion masa. Kalau engkau berhenti mencari, maka static atau tidak bergerak yang engkau lakukan, apa bedanya dengan mereka yang mati..???
, YOU ARE LIFE, WRITTEN BY THE HAND OF GOD. GOD ALWAYS LISTEND ALL VOICE FOREVER, AS EVERY VOICE IS HANGING FROM THE SILENCE….
Saturday, 24 October 2009
Love is Many Splendored Thing
1. Perhatian ( Care )
2. Tanggung Jawab ( Ressponsibility )
3. Rasa Hormat ( Respect )
4. Pengertian ( Understanding )
Ke 4 values di atas menjadikan cinta kasih merupakan salah satu sumber kehidupan agar lebih bermakna. “…..love is a many splendored thing it’s the april rose and only grows in the early spring, love is nature way of giving, the reason to be living. The golden crown that makes a man a king…”

