S' L @ m @ t ^ ~ ^ D @ t @ n g

zwani.com myspace graphic comments
Showing posts with label METODE ISYARAT AL-QUR'AN. Show all posts
Showing posts with label METODE ISYARAT AL-QUR'AN. Show all posts

Thursday, 15 April 2010

KENAPA MENGHAFAL AL-QURAN…?. ( 2 )

c). Membaca Al-Qur`an membuat kita senantiasa mengingat Allah dan dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. Allah SWT berfirman:

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ. ( الرعد 28 )
Artinya: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”.

d). Mengetahui lebih dalam arti dan makna yang terkandung di dalam Al-Qur`an. Yang dengan itu akan memberikan pengetahuan yang berlimpah dan di berkahi oleh Allah SWT.
e). Memperkuat hafalan.Bukan hanya pada hafalan Al-Quran saja, tapi juga pada pelajaran, dan pengembangan aktifitas yang lain.
f). Mengisi waktu yang kosong dengan kegiatan yang bermanfaat dan memiliki pahala yang besar di sisi Allah dan anak dapat menemukan kegiatan yang sangat positif dalam menggunakan waktu senggangnya.



kata fayez "Lihat disini"......

Monday, 29 March 2010

KENAPA MENGHAFAL AL-QURAN…?. ( 1 )


Inilah ka
limat pertama kali yang di tanyakan oleh anak kita, saat kita mengutarakan keinginan, agar ia mau menghafal Al-Quran. Tentunya sebagai sesuatu yang sangat positif, kita pun harus memberikan jawaban yang tepat dan diterima bagi mereka. Sehingga dengan jawaban tersebut, anak-anak akan merasa termotivasi dan sungguh-sungguh dalam melakukan aktifitas penghafalan tersebut.
Kalaupun pertanyaan diatas belum ditanyakan saat ini, maka suatu hari nanti ia akan menanyakannya. Jawaban yang benar, akan memberikan semangat yang lebih dalam menekuni Al-Quran. Maka apakah jawaban yang tepat untuk ini…?.
a). Katakan kepada anak kita bahwa, Nabi Muhammad SAWW, adalah orang yang pertama kali menghafalkan Al-Quran. Beliau adalah teladan kita. Alangkah indahnya, seandainya kita dapat mengikuti jejak beliau, diantaranya menghafal kalimat Allah. Sertakan juga cerita-cerita tentang Nabi Muhammad dengan segala kebaikannya. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَن كَانَ يَرْجُوا اللَّهَ وَالْيَوْمَ الأَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً (الاحزاب 21)

Artinya : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat)Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

b). Bacakan hadits-hadits, beserta artinya mengenai pahala orang-orang yang menghafal Al-Qur`an, layaknya bacaan pengantar tidur. Sehingga anak akan senantiasa merasa, bahwa apa yang di lakukannya sangatlah bermakna.
Adapun diantara hadits-hadits tersebut :

قال رسول الله7:
لا يعذب الله قلبا وعى القرآن. (بحارالانوار ج89 ص177)

Artinya : “Allah tidak akan mengazab hati yang menghafalkan Al-Qur`an”. (Bersambung...)


kata fayez "Lihat disini"......

Friday, 19 March 2010

Bahasa Isyarat Bayi

Dapatkan bermacam manfaat buat Anda dan si kecil dengan mengajarkannya bahasa isyarat.Masih ingatkah Anda adegan Robert De Niro yang berperan sebagai kakek dalam film komedi Hollywood Meet the Fockers? Dalam salah satu adegan ia mengajarkan cucunya berkomunikasi dengan bahasa isyarat bayi. Sambil menggerakkan jari dan tubuhnya, ia berbicara.
Inilah gambaran umum yang terjadi di negara-negara maju. Semua orang sedang demam bahasa isyarat bayi yang diteliti dan dikembangkan penelilti dan psikolog Linda Acredolo lebih dari 20 tahun silam.

Bayi normal
Pasti Anda menduga bahasa isyarat bayi yang dibicarakan ini untuk anak-anak yang memiliki masalah pendengaran dan bicara. Sama sekali bukan! Linda Acredolo dan rekannya Susan Goodwyn yang pertama kali meneliti dan mengembangkan bahasa isyarat untuk bayi dan batita normal.
Melalui buku Baby Sign: How To Talk With Your Baby Before Your Baby Can Talk, Acredolo dan Goodwyn mengungkapkan manfaatnya membekali si kecil dengan keterampilan berkomunikasi secara verbal plus isyarat. Anda dapat mengajarkan anak Anda berbahasa isyarat di usia berapa pun, tentu saat ia di masa praverbal (belum mampu berkomunikasi secara verbal).
Pada umumnya batita mulai berkomunikasi secara verbal antara usia 12 hingga 15 bulan. Di usia sebelumnya, bayi belum dapat mengartikulasikan kebutuhan dan keinginan secara verbal. Tetapi, menurut para ahli, pemahaman dan daya tangkap anak-anak itu terhadap bahasa jauh melebihi yang kita duga selama ini.
“Berbahasa isyarat memfasilitasi proses belajar bicara. Berkomunikasi dengan cara ini memotivasi bayi berbicara,” jelas Acredolo yang mendirikan Baby Sign Institute. Penjelasannya sekaligus menepis anggapan bahwa dengan mengajarkan bahasa isyarat, bayi dan batita jadi enggan belajar bahasa verbal.
“Bahasa isyarat membantu batita yang masih belum mampu berbicara dipahami orang-orang sekeliling,” jelas Lora Heller, seorang ahli dari lembaga serupa yang lain, Baby Finger. Berdasarkan pengalaman dan penelitian di lembaganya, anak-anak yang belajar bahasa isyarat sejak bayi justru lebih termotivasi berbicara di masa verbalnya.
“Menggunakan bahasa verbal, anak-anak di masa belajar bicara biasanya baru bisa menyebut “ba” yang mengacu pada “bola”, “buku” atau benda lain berawalan konsonan “b”. Dengan bahasa isyarat, anak-anak secara dini dapat menyatakan secara detil, “Aku mau buku itu”. Jadi, orang tua dapat mengurangi perasaan frustrasi ketika harus menebak-nebak arti tangisan bayi mereka,” lanjut Heller.
Bahasa isyarat bayi melibatkan unsur gesture (gerak tubuh), mimik dan bahasa verbal. Di Amerika Serikat telah terbit kamus lengkap bahasa standar isyarat bayi yang berbasis bahasa Inggris-Amerika. Selain itu juga ada kamus online yang bisa diakses secara gratis melalui internet.
Beda bahasa, tentu beda pula bahasa isyaratnya. Jadi, kalau Anda hendak mengajarkan bahasa tanda dengan basis bahasa Indonesia, tak harus mengikuti kamus standar Amerika.
Meningkatkan IQ
Benarkah ketertarikan orang tua masa kini mengajarkan bahasa isyarat semata-mata untuk mengurangi ketegangan dan perasaan putus asa saat hendak memenuhi kebutuhan atau keinginan bayi mereka yang belum bisa bicara?
“Pengalaman keluarga yang menerapkan bahasa isyarat dengan bayinya, menunjukkan betapa kehidupan mereka jadi lebih mudah dan bebas stres. Si bayi dapat mengekspresikan dan mengartikulasikan secara spesifik keinginan dan kebutuhannya. Orang tua jadi mudah memahami dan mengenali kebutuhan si kecil,” urai Linda.
Tentu saja ini baik untuk perkembangan emosi anak, di samping perkembangan bahasa dan sosialisasinya. Penelitian lain bahkan juga menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada bayi yang diajarkan bahasa isyarat dalam hal tingkat inteligensia.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas California, terhadap bayi-bayi yang menggunakan gestur simbolis dalam berkomunikasi dengan orang tuanya memperlihatkan adanya lompatan besar dalam kemampuan bicara. Acredolo dan Goodwyn yang memimpin penelitian tersebut menemukan bahwa bayi-bayi yang berbahasa isyarat memiliki skor tes kecerdasan lebih tinggi, memahami lebih banyak kosa kata, menguasai kosa kata dalam jumlah besar dan mampu berpastisipasi dalam permainan kompleks dibandingkan bayi-bayi pada umumnya.
“Saya tidak dapat melukiskan rasa takjub saat menemukan anak saya mengungkapkan minta disusui sebelum saya beri ASI. Juga ketika di usia 15 bulan, dengan bahasa verbal terbatas plus bahasa isyarat, ia mengungkapkan air mandinya terlalu panas,” ungkap seorang ibu yang mengajarkan bahasa isyarat pada bayinya.
Ini memang sebuah cara menarik meningkatkan kedekatan emosi Anda dan si kecil serta keterampilannya berkomunikasi. Mau coba? Sebaiknya Anda baca teori lengkapnya dahulu, buat kamus tersendiri dan berkomunikasilah.
Andi Maerzyda A. D. Th.


kata fayez "Lihat disini"......